Friday, November 30, 2007

and to Him we shall return....

DEATH IS THE ONLY SURE THING IN OUR FUTURE..... prepared or not

(Al-Fatihah to Siti Salmah Jasni....)

A young girl who once sparked national news as the first double organ recipient in Malaysia. However fate may have been sealed, for she was invited to meet the Creator in her early age. At the age of 18, youngsters in our country would be jumping around enjoying the beginning of their school-free life and some wiser ones are busy planning their next role in life to play.
However, none of these healthy, jumpy and well breathing brats would bring impact as hard and big as Siti Salmah. Her health condition certainly makes her stronger, emotionally and mentally, than any of her peers, so strong that it even sprinkled strength to her surroundings. This piece of article I included down here is really an eye-opener for me. It opens me up to another perspective as to how one should perceive and understand Gods lessons about life. That is why, Siti Salmah didn't die in vain, she was still able to deliver such important message through her death. May Allah place her in the best places of Anbiyaa'... amin

[

Sinar Iman disebalik Ujian

“Di mana saya nak cari kekuatan, kecuali dari yang Maha Kuat. Ustaz nampak saya kuat, tapi yang kuat adalah Dia. Saya meminjam kekuatan dengan bergantung kepada-Nya”, kata ayah seorang pesakit kepada saya.

Saya mengangguk.

“Tak ada sesiapa di kalangan kita yang mampu mengimani-Nya. Kita yang lemah dan serba tiada ini, mahu mendakwa telah berpegang dengan kebesaran Dia? Mustahil…”, sambungnya lagi.

“Itulah sebabnya Allah memanggil di dalam al-Quran, wahai orang-orang yang beriman, berimanlah kamu kepada Allah (Al-Nisaa’ : 136)”, saya menambah.

“Ya… Allah suruh orang-orang yang rasa dirinya beriman untuk lihat balik, kamu beriman dengan apa… dengan siapa?”, sambung beliau.

Kami sama-sama terdiam. Allah jua yang tahu perasaan saya semasa merenung wajah anaknya yang sedang bertarung dengan ujian Allah itu. Terasa mengalir kuatnya yakin si ayah untuk mentafsirkan kesakitan anaknya sebagai suatu kebaikan.

“Apa guna kita esakan Dia? Kalau bukan untuk hancurkan kita. Hancurkan diri…”, beliau seperti bercakap dengan dirinya sendiri.

“Hancurkan ego, hancurkan rasa memiliki”, saya cuba mengemaskinikan ayatnya.

“Ya ustaz. Selagi ada dalam jiwa ini rasa memiliki, selagi itulah kita mengeluh dengan kehilangan dan kekurangan. Lupa pada apa yang diberikan-Nya. Walhal nanti kita ditempelak dengan nikmat yang diberi, bukan nikmat yang pergi. Fa bi ayyi aalaa’i rabbikuma tukadhdhibaan?“, katanya.

Air mata susah hendak ditahan. Terasa tepu dada saya menelan kata-kata yang datang dari keyakinan si bapa. Bukan ucapan pengetahuan, tetapi keyakinan. Pecah juga genang air di mata saya tetapi cuba saya sembunyikan dari pandangan si anak yang terlantar. Dia harus terus kuat untuk bertahan dan kami di sekelilingnya mesti menyokong dia agar terus kuat.

MENGUJI ILMU

Bertugas sebagai kaunselor pesakit di sebuah hospital seperti IJN, sepatutnya bukanlah sesuatu yang terlalu rumit.

Selain teknik mendekati pesakit, serba serbi pengetahuan yang telah diukur pada segulung ijazah, harus cukup untuk membolehkan saya bekerja. Bukannya pesakit meminta takhrij hadith, atau khilaf ulama’ dalam nasihat kita.

Tetapi saya sedar, semakin dalam saya tersedut masuk ke dunia pesakit dan ahli keluarganya, terasa kosong apa yang saya pelajari selama ini. Terasa bodoh dan dungu berdiri di depan pesakit dan keluarganya, biar pun mereka itu hanya buruh kasar, pemandu lori atau seorang yang tidak punya apa-apa status sosial.

Mengapa tidak?

Sesungguhnya pengalaman bersama pesakit, memahamkan saya bahawa kekuatan yang diperlukan untuk mendepani ujian, bukan datang dari himpunan pengetahuan dan fakta-fakta ilmiah. Semua itu tidak berharga jika ia tidak menyuluh jalan untuk seorang hamba yang sedang diuji, menyampaikan tangisannya kepada Dia.

“Tak salah ustaz. Saya tak marah isteri saya menangis. Tetapi pesan saya kepadanya supaya jangan hanya menangis. Menangislah sampai dapat meyakini Dia. Sebagaimana ketawa jangan sampaikan lupakan Dia. Jika dengan ujian seperti ini masih tidak mampu yakin pada-Nya, itulah yang patut ditangisi”, amat dalam kata-kata si ayah.

Saya seperti mahu tersepuk di tepi katil. Sayalah yang ‘bodoh’ dan jahil di hadapan situasi ini.Mengangguk lemah… ]

source: http://saifulislam.com - dedication to Abu Saif for sharing this experience in his blog...

Monday, November 26, 2007

Love is in the Air!

وَمِنۡ ءَايَـٰتِهِۦۤ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَڪُم مَّوَدَّةً۬ وَرَحۡمَةً‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَكَّرُونَ
-Ar-Rum 21-

And of His signs is this: He created for you helpmeets from yourselves that ye might find rest in them, and He ordained between you love and mercy. Lo! herein indeed are portents for folk who reflect.

Dan di antara tanda-tanda yang membuktikan kekuasaannya dan rahmatNya, bahawa Dia menciptakan untuk kamu (wahai kaum lelaki), isteri-isteri dari jenis kamu sendiri, supaya kamu bersenang hati dan hidup mesra dengannya dan dijadikanNya di antara kamu (suami isteri) perasaan kasih sayang dan belas kasihan. Sesungguhnya yang demikian itu mengandungi keterangan-keterangan (yang menimbulkan kesedaran) bagi orang-orang yang berfikir.

Happy times, happy times! Love is all around! These days I have been rejoicing in the splendour of hearing joyful news back home. Friends and relatives are tying knots in marriage! Alhamdulillah, a sunnah that brings great benefits in the future of any person who steps into it. The gate that clearly defines the boundaries between Halal and Haram in relationship. Thus I am urged to recall upon the aforementioned verse of Allah's promise of Happiness to those who join hands in marriage, abiding to the commandments of the Al-Mighty. Indeed love can truly reach the skies if it rhymes harmonically with fitrah or the basic nature of our soul. Oh how beautiful has god set it out for one to enjoy the life of marriage. To think of it, the preservation of this sacred bond has been laid out splendidly through the poetic citations of God in the Holy Quran. At first there is this verse,

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ‌ۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬

-Al-Isra, 32-
And come not near unto adultery. Lo! it is an abomination and an evil way.

Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan)

And it goes by forbidding us to not even come near to zina, what's more doing it. Thus the dignity of each soul is protected, definitely for the happiness of our life hereafter. But a small part of this happiness is also present in the after-marriage life, thus the first verse mentioned before. Then there is this,


ٱلۡخَبِيثَـٰتُ لِلۡخَبِيثِينَ وَٱلۡخَبِيثُونَ لِلۡخَبِيثَـٰتِ‌ۖ وَٱلطَّيِّبَـٰتُ لِلطَّيِّبِينَ وَٱلطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَـٰتِ‌ۚ
(....ila akhir ayah)
-An-Nur 25-


Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji [pula], dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik [pula]. (ila akhir ayah)

Therefore, good partner is for good servants of God. I suppose this verse may bring calm to those in search of a soulmate, that it is us who first have to be obedient to Him, and let Him bring forth a suitable partner for us, Good soul for Good soul.

and there are many more verses pertaining marriage and soulmates, ( popular ones perhaps are An-Nur 30&31) . I am not knowledgeable enough to put forth all concerning verses, nor am I qualified to comment on such topic. But I try my best to share this little knowledge I am able to gather throughout my life, and share my opinion at my best rationale.

What's more important right now, is that I am joining ranks in celebrating (though afar and alone..) these happy days that my Brothers and Sisters are celebrating back home. Congratulations to the Newly-Weds, and may their journey thereafter be shone with happiness and eternal guidance from the One who Fated them to meet and fall in love!
~~~Taqabbalallhu Minna wa minkum Taqabbal Ya Karim~~~

Congratulations to :

- Taufiq Yusof and Mas Izhana
- Nazri Nawi and Deena Yacop
- Farah Diyana and Imran
- Haniif Mazian and Najwa Aziz
- Others who I may have not yet get your news....

Love is in the Air!!!
huhuhuhuhuh

Saikin Comments